Ketentuan Hewan Aqiqah

Kambing jadi hewan utama untuk penyembelihan aqiqah, banyak tersedia peternak kambing yang menjual kambing untuk kepentingan aqiqah atau qurban.

Kambing aqiqah Jogja, kambing aqiqah Surabaya, kambing aqiqah Jakarta, kambing aqiqah Bandung, kambing aqiqah Kediri, kambing aqiqah Malang dan kota lainnya di Indonesia. Penjualan kambing tersebut mayoritas ditunaikan dalam wujud online.

dapuraqiqah.com

Jenis kambing untuk aqiqah boleh manfaatkan kambing yang berjenis kelamin jantan atau kambing jenis kelamin betina sama saja, hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW darijalan Ummu Kurz “tidak mudharat bagi kamu apakah kambing laki-laki atau kambing perempuan”.

Mengenai usia atau usia kambing tersebut, mereka mengkiaskan bersama usia kambing dhahaayaa (kambing qurban), yakni :

Untuk domba atau biri-biri lumayan satu tahun atau tidak cukup sedikit.

Untuk kambing biasa umurnya lumayan dua tahun dan masuk tahun ketiga.

Adapun perihal cii-ciri hewan aqiqah dikiaskan bersama dhahaayaa yakni kambing yang sehat dan bagus bukan kambing yang cacat dan sakit sebagaimana yang udah diterangkan oleh Imam Malik.

Aqiqah terhadap anak laki-laki dianjurkan bersama dua ekor kambing, sedang anak perempuan bersama satu ekor kambing. Namun terkecuali tidak mampu, boleh pula aqiqah anak laki-laki bersama satu ekor kambing dan itu dianggap sah.

Yang perlu diketahui sementara dapat beraqiqah adalah hewan yang dapat disembelih untuk diambil alih dagingnya tersebut merupakan hewan yang udah mencukupi syarat dan ketetapan hewan aqiqah.

Berikut ini adalah ketetapan hewan aqiqah yang diperbolehkan pada lain:

Jenis kambing untuk aqiqah boleh manfaatkan kambing yang berjenis kelamin laki-laki atau kambing jantan atau betina.

Tentang usia berasal dari kambing itu sendiri mereka mengkiaskan bersama usia kambing dhahaayaa (kambing qurban), yakni : Untuk domba atau biri-biri lumayan satu tahun atau tidak cukup sedikit. Untuk kambing biasa umurnya lumayan dua tahun dan masuk tahun ketiga.

Adapun perihal sifatnya pun dikiaskan bersama dhahaayaa yakni kambing yang sehat dan bagus bukan kambing yang cacat dan sakit sebagaimana yang udah diterangkan oleh Imam Malik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *